Semarang – Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Gusti Ananda Armyawan Rama Putra, berkesempatan mengikuti kegiatan magang industri di PT. Omni Electrindo, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur switchboard (panel listrik), kontraktor elektrikal, dan distributor resmi komponen listrik tegangan menengah.
Selama periode magang yang berlangsung dari Juli hingga Oktober 2025 di workshop Karangawen, Demak, mahasiswa tidak hanya mengamati, tetapi terjun langsung dalam lini produksi. Kegiatan ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antara teori kelistrikan yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik engineering sesungguhnya di dunia industri.
Melalui program ini, mahasiswa mempelajari secara mendalam alur produksi panel listrik end-to-end, mulai dari persiapan mekanikal, perakitan komponen daya, hingga pengujian akhir (Quality Control) sebelum produk dikirim ke klien seperti rumah sakit dan industri.
Dari Fabrikasi Busbar Hingga Wiring Presisi
Berbeda dengan perkuliahan yang banyak berfokus pada analisis rangkaian di atas kertas, di PT. Omni Electrindo mahasiswa diasah keterampilan teknisnya dalam fabrikasi mekanikal dan wiring elektrikal.
Mahasiswa terlibat aktif dalam proses fabrikasi busbar komponen vital penyalur arus besar mulai dari teknik pengukuran, pemotongan, hingga pembentukan drat (tapping) dan pewarnaan sesuai standar fasa (R-S-T). Selain itu, mahasiswa juga menangani perakitan berbagai jenis panel, seperti Panel ATS (Automatic Transfer Switch), Panel Energy Meter, hingga Panel Distribusi (SDP).

Kegiatan ini menuntut ketelitian tinggi, terutama dalam manajemen kabel (cable management) dan penerapan standar torsi baut pada koneksi arus tinggi untuk mencegah risiko loose connection yang dapat berakibat fatal.
Pentingnya Quality Control dan Standar K3
Aspek keselamatan menjadi prioritas utama yang dipelajari di lapangan. Mahasiswa dilatih untuk menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara ketat, salah satunya melalui penerapan kode warna busbar dan prosedur isolasi.
Dalam tahap Quality Control (QC), mahasiswa mempraktikkan pengujian fungsional menggunakan multimeter untuk mengecek kontinuitas, tegangan, dan arus. Mahasiswa juga belajar melakukan inspeksi mekanikal pada komponen proteksi kritis seperti Thermal Overload Relay (TOR) dan Residual Current Circuit Breaker (RCBO) untuk memastikan sistem proteksi bekerja optimal demi keselamatan pengguna.
Pengalaman Berharga untuk Karir Masa Depan
Melalui kegiatan magang ini, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata tentang integrasi antara presisi kerja mekanikal dan keandalan sistem elektrikal. Selain kemampuan teknis (hard skill), mahasiswa juga mengasah soft skill berupa kemampuan adaptasi lingkungan kerja, komunikasi tim, dan manajemen waktu.
“Magang di PT. Omni Electrindo memberikan wawasan baru bahwa dalam dunia switchboard manufacturing, detail sekecil torsi baut atau kerapian kabel sangat menentukan kualitas dan keamanan produk. Pengalaman ini membuat saya lebih siap dan percaya diri untuk menjadi engineer yang kompeten,” ungkap Gusti Ananda.
Kegiatan ini diharapkan menjadi bekal kuat bagi mahasiswa Teknik Elektro UPGRIS dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif, serta memperkuat hubungan link and match antara universitas dan industri.