Semarang – Dosen Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) baru-baru ini mengikuti kegiatan pendampingan penulisan luaran penelitian yang difokuskan pada penulisan artikel jurnal internasional bereputasi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas penelitian yang dilakukan oleh para dosen serta memperkuat kemampuan mereka dalam menghasilkan publikasi yang berkualitas.
Pendampingan ini diadakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPGRIS dan diikuti oleh sejumlah dosen dari berbagai bidang keahlian di Universitas PGRI Semarang. Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan bimbingan langsung dari para ahli dan peneliti berpengalaman yang telah berhasil menerbitkan artikel di jurnal internasional terkemuka.

Kegiatan pendampingan ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru kepada dosen mengenai teknik penulisan yang efektif dan sesuai dengan standar internasional. Dengan mengikuti pelatihan ini, para dosen diharapkan dapat meningkatkan kualitas penelitian yang mereka lakukan, sehingga luaran yang dihasilkan tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat digunakan sebagai bahan ajar di kelas.
Selain meningkatkan kualitas penelitian, hasil dari pendampingan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi mahasiswa. Dengan adanya penelitian yang berkualitas, dosen dapat menyajikan materi ajar yang lebih relevan dan up-to-date, sehingga mahasiswa mendapatkan pengetahuan yang lebih baik dan sesuai dengan perkembangan teknologi terkini.
Kegiatan pendampingan penulisan ini merupakan langkah awal yang baik untuk meningkatkan kualitas penelitian di lingkungan UPGRIS. Diharapkan, ke depan, semakin banyak dosen yang terlibat dalam penelitian dan publikasi, sehingga dapat memperkuat reputasi UPGRIS sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, dosen Teknik Elektro UPGRIS siap untuk menghadapi tantangan di dunia akademik dan berkontribusi lebih besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.