Semarang – Program Magang Industri kembali menjadi ajang pembuktian kompetensi mahasiswa Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). Kali ini, Hidayat Widiyanto, mahasiswa semester 7, mendapatkan kesempatan emas untuk memperdalam skill teknis di sektor Building Engineering bersama Gets Premiere Semarang.
Salah satu fokus utama kegiatan magang yang dijalani Hidayat adalah perancangan dan optimalisasi sistem keamanan gedung melalui instalasi Closed Circuit Television (CCTV) berbasis jaringan (IP Camera). Kegiatan ini tidak sekadar pemasangan fisik, melainkan mencakup alur kerja engineering yang sistematis mulai dari perencanaan hingga integrasi sistem.
Dari Pembacaan Layout hingga Eksekusi Lapangan
Dalam laporannya, Hidayat menjelaskan bahwa proses instalasi dimulai dari tahap krusial: Analisis Layout dan Pemetaan Titik Pantau. Sebelum menarik kabel, mahasiswa dituntut untuk membaca gambar teknik denah gedung guna menentukan rute instalasi yang paling efisien dan minim risiko gangguan estetika hotel.
“Tantangan pertamanya adalah menerjemahkan gambar denah ke kondisi real di lapangan. Kita harus menentukan jalur kabel di atas plafon agar rapi, aman dari tikus atau air, dan mudah untuk maintenance ke depannya,” ujar Widi.

Teknologi PoE dan Konfigurasi Jaringan
Berbeda dengan sistem analog konvensional, Hidayat terlibat langsung dalam instalasi teknologi Power over Ethernet(PoE). Kompetensi teknis yang diterapkan meliputi:
- Instalasi Fisik & Crimping: Melakukan penarikan kabel UTP (LAN) berkualitas tinggi dan teknik crimpingkonektor RJ-45 yang presisi untuk meminimalisir data loss.
- Integrasi PoE Switch: Menghubungkan kamera ke perangkat PoE Switch yang memungkinkan transmisi data dan daya listrik berjalan dalam satu kabel, sebuah standar efisiensi di gedung modern.
- Konfigurasi NVR: Melakukan setting IP Address pada Network Video Recorder (NVR) agar setiap kamera teridentifikasi dengan benar dalam sistem monitoring terpusat.

Presisi Sudut Pandang (Camera Angle)
Selain aspek kelistrikan dan jaringan, Widi juga mempelajari aspek keamanan visual. Kegiatan setting angle kamera menjadi penentu efektivitas pengawasan.”Kami melakukan penyetelan sorot kamera, misalnya di Pos Satpam dan lorong mess. Sudutnya harus pas, tidak boleh ada blind spot, dan harus bisa menangkap wajah orang yang keluar-masuk dengan jelas,” tambahnya, merujuk pada kegiatan pemindahan dan optimalisasi CCTV yang dilakukannya.

Harapan Kedepan
Pengalaman menangani sistem keamanan di gedung bertingkat seperti Gets Premiere Semarang membuktikan bahwa mahasiswa Teknik Elektro UPGRIS tidak hanya kuat dalam teori, tetapi juga adaptif terhadap teknologi terapan di industri. Kemampuan mengombinasikan pemahaman arus lemah, jaringan komputer, dan manajemen proyek menjadi nilai tambah yang signifikan.
Melalui program magang ini, diharapkan mahasiswa dapat terus mengembangkan hard skill maupun soft skill, sehingga siap menjadi tenaga ahli yang kompeten dan berdaya saing di dunia kerja.